Rabu, 13 Juli 2011

NASIHAT 14

Semua Orang Butuh Pelajaran


Diamanapun tempatnya, anak manusia akan selalu melakukan kesalahan, sebagaimana yang  telah disebutkan dalam sebuah hadits Nabi. Allah subhanahu wa Ta'ala juga telah berfirman,

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan." [QS. Yuusuf: 53]

Al-Qur'an juga telah menceritakan tentang Nabi Yusuf yang pernah mengatakan,

"Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." [QS. Yuusuf: 33]

Siapakah orang yang mampu mengetahui apa yang terbaik bagi dirinya, selain Dzat yang telah menciptakan-Nya?

Sesungguhnya Dzat yang menciptakan kita telah menyiapkan sebuah program pendidikan untuk mendidik jiwa kita dan menjelaskan bahwa shalat adalah pokok terpenting dan fondasi utama dari program tersebut. Jika agama adalah sistem dan program kita, maka shalat adalah tiang dari agama tersebut.

Adapun pengaruh shalat bagi jiwa manusia, adalah sebagaimana yang telah dijelaskan Allah melalui firman-Nya,

"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)." [QS. al-Ankabuut: 45]

Simak juga ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapatkan kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya." [QS. al-Ma'aarij: 22-23]

Sesungguhnya ayat Al-Qur'an senantiasa mengaitkan sifat-sifat yang keji dengan manusia. Contohnya adalah firman Allah,

"Ketahuilah sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas." [QS. al-'Alaq 6]

Akan tetapi, setelah itu datang pengecualian bagi orang-orang yang biasa mengerjakan shalat. Hal itu tidak mungkin terjadi jika tidak karena pengaruh dan didikkan yang ada dalam shalat. Untuk menegaskan hal itu, kita bisa melihat bahwa surat al-Ma'aarij ayat ke 19-23 diikuti dengan ayat lain yang membahas sifat-sifat kaum mukminin, kemudian ditambah lagi dengan penegasan-secara khusus-tentang sifat yang berkaitan dengan shalat dalam firman Allah,

"Dan orang-orang yang memelihara shalatnya." [QS. al-Ma'aarij: 34]

Kemudian dilanjutkan dengan firman Allah,

"Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan." [QS. al-Ma'aarij: 35]


WILS LOVER 13072011- 22.48 WIB   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar